Tanda Bukti Cinta Allah Kepada Hambanya

Bukti gejala ciri kasih sayang cinta Allah kepada insan makhluk dan hamba-hambaNya ialah merupakan hal yang perlu kita pahami dan ketahui alasannya ialah dengannyalah maka kecintaan kita sebagai hambaNya kepada Allah semakin besar pula.

Untuk sanggup menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah SWT kita harus mengenal dulu ihwal cinta Allah kepada kita sebagai hamba-Nya.

Cinta Allah Terhadap Hamba-Nya dalam Al-Quran disebutkan yang artinya :

tanda ciri kasih sayang cinta Allah kepada insan makhluk dan hamba Tanda Bukti Cinta Allah Kepada HambaNya

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kau yang murtad dari agamaNya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah menyayangi mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui" (5:54)

Cinta Allah itu ialah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak sanggup dipersamakan dengan kasih sayang siapa pun. Allah SWT berfirman, "Rahmat (kasih sayang)-Ku mencakup segala sesuatu." (QS al-A'raf [7]: 156).

Untuk memperlihatkan citra kepada umat ihwal kasih sayang Allah, Rasulullah mengibaratkan jika kasih sayang Allah itu berjumlah seratus, yang sembilan puluh sembilan disimpan dan satu serpihan lagi dibagi-bagi.

Yang satu serpihan sanggup mencukupi seluruh kebutuhan makhluk. Hal ini memperlihatkan betapa luasnya cinta Allah. Ada beberapa bukti aktual dari banyak bukti ihwal besarnya cinta Allah kepada manusia.

Berikut ini ialah bukti tanda ciri Allah menyayangi dan menyayangi HambaNya antara lain ialah sebagai berikut mirip yang dilansir dari Republika :

Al Alquran Diturunkan Kepada Manusia

Bukti cinta yang pertama ialah diturunkannya Alquran. Allah SWT, al-Khaliq, tidak membiarkan kita kebingungan dalam menjalani hidup. Dia menurunkan Alquran sebagai penuntun hidup semoga kita sanggup meraih senang di dunia dan akhirat. Firman-Nya, "Kitab ini tidak ada keraguan padanya; (merupakan) petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS al-Baqarah [2]: 2).

Dalam ayat lain difirmankan pula, "Sebenarnya Alquran itu ialah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu semoga kau memberi peringatan kepada kaum yang belum tiba kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; semoga mereka menerima petunjuk." (QS as-Sajdah [32]: 3).

Dr Quraish Shihab mencatat, ada tiga petunjuk penting yang diberikan Alquran.
  1. Petunjuk doktrin yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Allah dan kepercayaan akan kepastian hari pembalasan.
  2. Petunjuk mengenai etika yang murni dengan jalan menandakan norma-norma keagamaan dan moral, baik yang menyangkut kehidupan langsung maupun sosial.
  3. Petunjuk mengenai syariat dan hukum, yaitu dengan jalan menandakan dasar-dasar aturan dalam hubungannya dengan Allah dan sesama manusia.
Diutusnya Para Rasul Dan Nabi Kepada Umat Manusia

Secara fitrah, setiap insan membutuhkan teladan yang sanggup dijadikan rujukan. Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Allah mengutus para rasul. Dalam QS al-An'am [6] ayat 48, Allah SWT berfirman,
"Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu, melainkan untuk memberi kabar bangga dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Inilah bukti kecintaan Allah yang kedua. Dia tidak membiarkan insan berjalan "sendirian". Dia mengaruniakan "teman terbaik" yang akan menemani insan menuju jalan kebahagiaan, mengenalkan insan kepada Tuhannya, sekaligus menjadi model insan yang sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Firman-Nya, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari selesai zaman dan beliau banyak menyebut Allah (QS al-Ahzab [33]: 21).

Kita yang hidup tidak sezaman dengan Rasulullah SAW, sanggup membuka warisannya berupa hadis dan sunah. Di dalamnya terdapat klarifikasi yang perinci ihwal semua anutan Allah.

Ajaran yang berisi ihwal petunjuk menjalin relasi dengan Allah (hablumminallah) dan dengan insan (hablumminannas). Di dalamnya, kita juga mendapati gambaran abjad mulia Rasulullah SAW sebagai teladan paling baik.

Diciptakannya Alam Semesta Beserta Isinya

Allah SWT tidaklah membuat alam semesta tanpa maksud. Dia menimbulkan semua yang ada di bumi dan di langit untuk memenuhi kebutuhan manusia. Difirmankan,
"Dia-lah Allah, yang menimbulkan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia menuju langit, kemudian Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS al-Baqarah [2]: 29).

Seluruh potensi yang ada di dalam dan permukaan bumi dihamparkan untuk diambil keuntungannya oleh manusia. Tidak ada satu pun makhluk di alam ini yang tidak bermanfaat. Nyamuk, misalnya. Walaupun mengganggu, nyamuk sanggup membangkitkan kreativitas manusia, obat nyamuk contohnya. Dengan adanya nyamuk, banyak orang yang tercukupi ekonominya.

Allah telah membuat alam dengan sangat tepat sehingga insan sanggup hidup di dalamnya dengan nyaman. Semuanya telah ditata dengan akurat. Perjalanan siang dan malam, rantai makanan antara makhluk hidup hingga pada lingkungan kawasan ia hidup, semuanya telah diatur dengan hukum-Nya.

Luasnya Ampunan Rahmat Allah

Bukti keempat ialah luasnya ampunan Allah SWT. Sebanyak apa pun dosa manusia, Allah pasti akan mengampuni, asalkan ia betul-betul bertobat. Allah SWT telah berjanji dalam Alquran,
"Dan hendaklah kau meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), pasti Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu hingga pada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang memiliki keutamaan (balasan) keutamaannya." (QS Hud [11]: 3)

Tangan Allah terbuka setiap ketika bagi orang yang mau bertobat. Rasulullah SAW bersabda, "Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari semoga orang yang berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari semoga orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat. (Ini akan terus berlaku) hingga matahari terbit dari arah Barat (HR Muslim).

Dia akan mengampuni semua dosa, sekalipun dosanya sepenuh isi bumi, "Wahai manusia, sekiranya kau tiba kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi kemudian kau bertemu Aku dengan dalam keadaan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, pasti Aku tiba kepadamu dengan membawa ampunan seisi bumi pula," demikian suara sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Tirmidzi.

Rejeki

Allah ialah al-Razzaq, Zat Maha Pemberi Rezeki. Setiap makhluk diberi-Nya rezeki semoga mereka sanggup hidup dan beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada satu pun makhluk yang tidak diberi rezeki, termasuk manusia.

Firman-Nya, "Katakanlah, 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kau nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS Saba [34]: 39).

Demikian pula makhluk yang lain. ''Dan tidak ada suatu hewan melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui kawasan berdiam hewan itu dan kawasan penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang aktual (Lauhul Mahfudz).'' (QS Hud [11]: 6)

Inilah tanda bukti cinta Allah yang kelima. Setiap kita telah diberi serpihan rezeki. Yang perlu dilakukan ialah ikhtiar menjemput rezeki itu. Allah memberi kasih sayang-Nya yang tak terbatas semoga kita bersyukur. Dan, syukur yang paling utama ialah mengabdi dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.

0 Response to "Tanda Bukti Cinta Allah Kepada Hambanya"

Post a Comment