Kebijakan Sertifikasi Guru Tahun 2016

Kebijakan pemerintah dan juga aturan gres biaya sertifikasi guru mulai januari 2016 dibayar dan didanai guru sendiri akan mulai diberlakukan.

Mulai 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) sertifikasi guru tidak lagi gratis. Bagi guru yang mulai mengajar semenjak 1 Januari 2006, guru diwajibkan membayar sendiri biaya sertifikasi.

Para guru yang akan melaksanakan sertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2016 tersebut ialah guru yang gres mulai mengajar pada tahun 2005, atau pun sesudah terbitnya Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005, ihwal Guru dan Dosen.

Kebijakan pemerintah dan juga aturan gres biaya sertifikasi guru mulai januari  Kebijakan Sertifikasi Guru Tahun 2016

Biaya Sertifikasi Guru 2016


Proses sertifikasi Guru (SERGUR) tetap dilaksanakan di kampus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Berdasarkan gosip dari salah satu LPTK, Biaya dan Durasi Sertifikasi Guru (SERGUR) 2016 berbeda untuk guru tingkat tk dan sd dengan guru SMP, SMA, dan SMK.

Biaya dan Durasi Sertifikasi Guru (SERGUR) 2016 untuk guru Taman Kanak-kanak dan SD ialah sekitar 7 juta / guru dengan durasi selama 1 semester.

Sedangkan Biaya dan Durasi Sertifikasi Guru (SERGUR) 2016 untuk guru SMP, Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengah kejuruan ialah total sekitar 14 juta / guru dengan durasi selama 2 semester.

Biaya sertifikasi guru mulai 1 Januari 2016 ditanggung masing-masing guru nantinya. Hal ini diutarakan oleh Sumarna Surapranata selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bahwasannya mulai tahun depan yaitu 2016 berlaku kebijakan sertifikasi mandiri ibarat dilansir dari Suaramerdeka.

Tujuan alasan penyebab akal sertifikasi dapat bangkit diatas kaki sendiri bagi guru ini ialah oleh sebab guru merupakan sebuah profesi, sama ibarat dokter, notaris, akuntan, dan lain sebagai. Dimana mereka untuk mengambil pendidikan profesi bukan menjadi tanggungjawab pemerintah.

"Guru ini sama ibarat profesi lainnya. Misalnya jika orang mau menjadi dokter atau andal hukum, pendidikan profesinya siapa yang membayar, sendiri kan. Makara bukan sebab negara tidak ada anggaran," kata Sumarna Pranata selanjutnya.

Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang sudah berjalan selama ini sedang dievaluasi dan dibenahi kembali sebab tidak sesuai dengan yang diperuntukkan. Mulai 2016 tunjangan akan dilihat dari kinerja guru.

Menurut Pranata, santunan uang tunjangan profesi dievaluasi sebab selama ini tidak sempurna sasaran. Banyak guru yang tidak memiliki kompetensi mengajar yang memperoleh tunjangan lebih tinggi daripada yang memiliki kompetensi tersebut.

Hal-hal yang perlu dibenahi dalam rangka santunan tunjangan profesi guru ialah antara lain mulai dari sertifikasi, pengingkatan kompetensi, dan santunan tunjangan profesi. Tiga hal tersebut perlu dikaji ulang semoga penerimanya sesuai dengan yang diperuntukkan.

ikutip dari banyak sekali media online biaya sertifikasi guru per semester untuk guru Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas di forum LPTK untuk satu semester dapat mencapai 7 juta rupiah, jadi untuk 2 semester mencapai 14 juta rupiah, belum lagi ongkos dan biaya lainnya.

Belum diketahui rujukan apa yang akan digunakan pada sertifikasi guru 2016 nanti (biaya langsung guru yang sudah mengajar).

Namun dapat dipastikan pola PPG (Pendidikan Profesi Guru bagi yang belum menjadi guru) akan tetap ada, ditambah kegiatan afirmasi Kemdikbud untuk guru guru di wilayah pedalaman.

Kemendikbud dituntut segera menetapkan panduan teknis sertifikasi guru 2016. Selain urusan biaya, teknis pembelajaran selama sertifikasi juga berpotensi menyebabkan masalah.

Disebutkan juga oleh Surapranata, sertifikasi merupakan kebutuhan masing-masing guru. Program ini akan menjadi salah satu penentu apakah seorang guru berhak mendapat Tunjangan Profesi Guru (TPG) 2016 atau tidak.

Dengan demikian, menurutnya para guru tak akan keberatan dengan aturan main ini

0 Response to "Kebijakan Sertifikasi Guru Tahun 2016"

Post a Comment